Kesetimbangan Kimia (1)

بسم الله الرحمن الرحيم


Reaksi Kimia
Reaksi kimia terbagi menjadi dua, yaitu:
A. Reaksi  balik/searah/reirrevesible
     Contoh: NaOH + HCl -> NaCl + H2O

B. Reaksi dapat balik/2 arah/revesible
Contoh: N2 + 3H2 -> 2NH3

              2NH3 -> N2 + 3H2
              Kedua reaksi tadi menjadi N2 + H2 ⇄ NH3

Keseteimbangan
A. Homogen
   Contoh: N2 (g) + H2 (g) ⇄ NH3 (g)
   Reaksi di atas merupakan homogen, karena baik pereaksi maupun hasil reaksi, keduanya merupakan gas.
B. Heterogen
   Contoh: C (s) + H2O (g) ⇄ CO (g) + H2 (g)

Hukum Kesetimbangan
Guldberg dan Waage mengemukakan hukum kesetimbangan dalam reaksi kimia sebagai berikut:
"Dalam  keadaan setimbang pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi hasul reaksi dibagi hasil kali konsentrasi pereaksi yang ada dalam sistem kesetimbangan yang masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya mempunyai harga tetap."
Hasil bagi tersebut dinamakan tetapan keseimbangan dilambangkan dengan K.
Untuk Reaksi Homogen 
Contoh:
pA (g) + qB (g) ⇄ rC (g) + sD (g)
Ket: p, q, r, s adalah koefisien.
 
Maka Tetapan Kesetimbangannya (Kc) adalah:

 



Untuk Reaksi Heterogen
Untuk reaksi heterogen, maka yang diambil pada saat menentukan tetapan kesetimbangannya (Kc) hanya yang berupa gas (g) dan larutan (aq)
Contoh:
CaC2O4 (s) ⇄ CaO (s) + CO (g) + CO2 (g)

 Maka Tetapan Kesetimbangannya (Kc) adalah:
Kc = [CO] [CO2



No comments

Silakan berkomentar, gunakanlah bahasa yang santun dan sopan serta sesuai dengan tulisan di atas

Powered by Blogger.