بسم الله الرحمن الرحيم

Masa-masa pemilihan umum khususnya pemilihan presiden dan gubernur di Indonesia, adalah masa-masa yang membuat penulis sering menghindari media sosial alasannya terlalu banyak berseliweran informasi-informasi tidak berguna seperti menyerang pribadi seseorang yang mencalonkan diri baik menjadi presiden atau gubernur, hal tersebut dikenal dengan sesat pikir ad hominem.

Ad Hominem adalah suatu kesalahan berpikir saat suatu argumen digunakan untuk menyerang pribadi, karakter, motif, atau ciri lain dari seseorang yang membuat argumen, daripada menyerang inti argumen yang dikeluarkan oleh seseorang tersebut.


Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.
sumber: todayonline.com

Contohnya saat pemilihan presiden tahun 2014 yang lalu, saat itu calon yang bersaing adalah Prabowo Subianto dan Joko Widodo, tidak masalah jika argumen yang digunakan untuk mendukung salah satu calon tentang ideologi, visi, misi dan program kerja dari masing-masing calon, namun jadi suatu kesalahan jika argumen yang digunakan seperti : “Prabowo tidak cocok menjadi presiden karena dia tidak memiliki istri” atau “Jokowi tidak cocok menjadi presiden karena dia kurus dan tidak gagah”.

Penggunaan ad hominem pada beberapa kasus dapat dibenarkan seperti memberikan kesaksian pada saat sidang, yang mana kredibilitas dari pemberi kesaksian perlu dijadikan pertimbangan keputusan oleh juri dan hakim. Sebagai contoh: ada seseorang yang dikenal sebagai pembohong ulung memberikan kesaksian atas suatu pembunuhan, ketika mempertanyakan atau menyerang pribadi tersebut sebagai pembohong maka hal tersebut dibolehkan. Akan tetapi, tidak dibolehkan menyerang pribadinya apabila pembohong tersebut menyatakan suatu argumen bahwa berbohong itu salah.

Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib pernah memberikan suatu ungkapan yang terkenal “Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan”, penulis kira ungkapan itu Ali bin Abi Thalib tersebut perlu direnungkan maknanya kembali mengingat ramainya informasi-informasi tidak berguna yang bertebaran sekarang.

Semoga Bermanfaat!


Referensi: Labossiere, M. C. 2002 – 2010. 42 Logical Fallacies (PDF). Diakses pada :19 Februari 2017     


[tab] [content title="Tentang Penulis"] Muhammad Alfy Taufiq
Ikan Salmon Hipster, Pecandu Buku dan Writer Semoga Bermanfaat. [/content] [content title="Tulisan Lain Dari M. Alfy Taufiq"]
[/content] [/tab]

Post a Comment

Silakan berkomentar, gunakanlah bahasa yang santun dan sopan serta sesuai dengan tulisan di atas

Semoga Bermanfaat

{picture#https://scontent-sit4-1.cdninstagram.com/t51.2885-19/s150x150/17267722_1245948538787640_8789077931864358912_a.jpg} Admin Account Semoga Bermanfaat {facebook#http://facebook.com/semoga.bermanfaat} {twitter#http://twitter.com/sbermanfaat} {google#https://plus.google.com/u/0/116784461566972914884/} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#http://instagram.com/semogabermanfaat.ig}

Firman Maulana

{picture#https://3.bp.blogspot.com/-U1aM9n96h0Y/WM1XmBwF9aI/AAAAAAAAKXo/bUbTa07BrSsGHy7gIR5IWimOfQeiId9fgCLcB/s200/Firman_Founder.png} Founder & Chief Editor Semoga Bermanfaat. Mempunyai kesukaan dalam hal membaca, menulis, lari, dan sepakbola. {facebook#http://facebook.com/maulana.firman} {twitter#http://twitter.com/doausahaoptimis} {google#https://plus.google.com/112678098885074151099/} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#http://instagram.com/firmaulana}
Powered by Blogger.